Menit.co.id – Pokémon sejak lama dikenal bukan hanya sebagai permainan petualangan mengumpulkan makhluk unik, tetapi juga menyimpan pesan tentang hubungan manusia dengan alam.
Di dalam berbagai seri gimnya, pemain diajak menjelajahi dunia hijau yang dipenuhi makhluk menarik sambil mempelajari bahwa manusia dan Pokémon seharusnya hidup berdampingan secara harmonis.
Tokoh antagonis dalam kisah ini, mulai dari Team Rocket hingga karakter yang diperankan Bill Nighy dalam film Detective Pikachu, selalu digambarkan sebagai pihak yang mencoba memanfaatkan Pokémon demi keuntungan pribadi.
Sebaliknya, pemain justru diperlihatkan pentingnya menghormati makhluk yang ditangkap maupun yang hidup bebas di alam liar, karena terdapat keseimbangan halus antara manusia dan dunia alam.
Dalam gim spin-off terbaru dari seri tersebut, cerita menghadirkan situasi berbeda: dunia tanpa kehadiran manusia. Pemain berperan sebagai Ditto, makhluk berbentuk gumpalan yang mampu berubah wujud.
Ia terbangun di sebuah wilayah yang setengah hancur, yang tampaknya dulu merupakan kota yang ramai. Beberapa Pokémon lain masih berada di sana dalam keadaan kebingungan dan kesepian.
Bersama-sama, mereka berusaha memperbaiki tempat itu agar kembali indah. Dengan mengambil bentuk menyerupai mantan pelatihnya yang samar diingat, Ditto mempelajari berbagai keterampilan dari Pokémon lain, mulai dari menyiram rumput yang kering, mencabut gulma, menanam bunga, hingga menghancurkan batu agar jalur lama bisa kembali digunakan.
Aktivitas dalam permainan terasa tenang dan sistematis. Dunia Pokopia tersusun dari blok-blok yang dapat dihancurkan atau disusun ulang, mirip dengan konsep yang dikenal dalam gim Minecraft. Pemain dapat membentuk ulang lanskap sesuai keinginan.
Ketika habitat mereka dipulihkan, lebih banyak Pokémon akan berdatangan dan membawa kemampuan baru. Ada yang menyukai hamparan rumput di bawah bayangan batu besar, ada pula yang tertarik pada meja piknik dengan sepiring buah, sementara yang lain lebih menyukai gerobak berisi tumpukan kotak.
Permainan berlangsung santai, namun selalu ada pekerjaan yang bisa dilakukan, memadukan gaya dekorasi dan interaksi sosial ala Animal Crossing dengan aktivitas membangun kota.
Hal menarik lainnya adalah cara para Pokémon berkomunikasi satu sama lain. Dalam kebanyakan cerita, manusia biasanya tidak dapat memahami bahasa mereka.
Namun di sini, berbagai kepribadian muncul dengan jelas. Charizard tampil seperti sosok teman yang percaya diri, Vespiquen bersikap sopan dan terkesan anggun, Pidgey tampak selalu ceria, sementara Tangrowth—makhluk penuh tanaman merambat yang ramah—sering membimbing pemain menjalankan tugas harian.
Ketika rumah dan habitat mereka semakin baik, setiap Pokémon menjadi lebih bahagia hingga tercipta komunitas yang hidup bersama di sebuah taman yang rapi dan menyenangkan. Bahkan ketika mereka menemukan benda peninggalan manusia, seperti sepeda atau peta, mereka akan berkumpul dan mencoba menebak kegunaannya dengan cara yang lucu.
Selama bermain Pokopia, pemain mungkin teringat pada berbagai gim lain. Selain pengaruh kuat dari Minecraft, Stardew Valley, dan Animal Crossing, ada juga nuansa dari Dragon Quest Builders yang memiliki pengembang sama, yaitu Omega Force.
Beberapa pemain bahkan mungkin teringat pada gim klasik Viva Piñata dari tahun 2006, di mana pemain juga membuat habitat menarik untuk memancing kedatangan makhluk baru ke taman mereka.
Meski demikian, pengalaman bermainnya jarang terasa seperti gim Pokémon tradisional. Justru perbedaan ini menjadi kekuatan utama, karena Pokopia tetap memanfaatkan daya tarik dan nostalgia Pokémon tanpa terasa berulang seperti seri utama.
Seiring permainan berkembang, Pokopia ternyata memiliki dunia yang luas dan cukup kompleks. Ketika area baru terbuka di luar wilayah awal yang rusak, terlihat jelas bahwa permainan ini dapat dimainkan dalam waktu sangat lama.
Dengan sekitar 300 Pokémon yang bisa dikatalogkan, akhir cerita bukanlah akhir dari pengalaman bermain. Gim ini bukan sekadar versi sederhana berbalut warna Pokémon untuk anak-anak, melainkan sebuah simulasi kehidupan yang matang dan kreatif, memadukan berbagai inspirasi dari genre serupa menjadi satu pengalaman yang kaya dan menyenangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













