Menit.co.id – Bahtera rumah tangga penyanyi asal Banyuwangi, Suliyana, kini tengah menghadapi ujian berat setelah dikabarkan menggugat cerai suaminya, Dio Arli Rahadi. Gugatan tersebut diajukan setelah lebih dari satu dekade keduanya menjalani kehidupan rumah tangga bersama.
Perkara perceraian itu resmi didaftarkan di Pengadilan Agama Banyuwangi pada 15 April 2026 dengan nomor register 1690/Pdt.G/2026/PA.BW. Saat ini, proses hukum tersebut telah memasuki tahap mediasi antara pihak penggugat dan tergugat sebagai upaya penyelesaian damai sebelum putusan lebih lanjut diambil.
Dio Arli Rahadi sendiri dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki reputasi dermawan. Pasangan ini menikah pada 27 November 2015 dan telah dikaruniai dua orang anak, masing-masing seorang perempuan dan laki-laki, yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan rumah tangga mereka.
Dalam catatan biografisnya, Suliyana memiliki nama lengkap Suliyana Edelweis Lestari. Ia lahir pada tahun 1992 dan memiliki darah campuran Kalimantan serta Solo. Ayahnya, Mohamad Dardiansyah, berasal dari Kalimantan Timur, sementara ibunya, Siti Aminah, merupakan perempuan asal Solo, Jawa Tengah.
Masa kecilnya dihabiskan hingga kelas 6 sekolah dasar di Banjarmasin. Namun, kehidupan keluarga berubah ketika orang tuanya memutuskan berpisah. Setelah perpisahan tersebut, sang ibu menikah kembali dengan seorang pria asal Banyuwangi yang kala itu berdomisili di Banjarmasin. Bersama ibunya, ia kemudian berpindah ke Banyuwangi.
Sayangnya, pernikahan kedua sang ibu juga tidak bertahan lama. Sang ibu akhirnya menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal dan menetap di Banyuwangi hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat perjalanan hidup Suliyana tidak mudah, terutama karena ia tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah secara penuh dalam keseharian.
Dalam berbagai kesempatan masa kecilnya, ia menyaksikan langsung perjuangan ibunya membesarkan dirinya dan sang adik seorang diri. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, sang ibu bekerja di pabrik. Situasi tersebut membentuk karakter kuat dalam diri Suliyana, yang sejak lama menaruh rasa hormat dan kekaguman mendalam kepada ibunya sebagai figur paling berpengaruh dalam hidupnya.
Minatnya di dunia musik mulai terlihat sejak duduk di bangku SMP di kawasan Tapanrejo, Muncar, Banyuwangi. Saat itu, ia bersama teman-temannya membentuk grup band sekolah yang mengusung genre pop. Aktivitas tersebut awalnya hanya sebatas hobi dan sarana hiburan di lingkungan sekolah.
Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi menyanyi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Perjalanan ini kemudian berlanjut ketika memasuki masa SMA, di mana ia mulai menapaki karier sebagai penyanyi profesional.
Karier musiknya berkembang melalui jalur rekaman dan produksi video klip dengan membawakan lagu-lagu berbahasa Osing khas Banyuwangi. Pada masa itu, industri musik Osing tengah mengalami perkembangan pesat, sehingga memberikan ruang besar bagi para penyanyi daerah untuk dikenal lebih luas.
Seiring waktu, Suliyana dikenal sebagai penyanyi yang produktif dengan puluhan album rekaman yang telah dirilis. Namanya pun semakin dikenal masyarakat luas, hingga mendapatkan banyak tawaran untuk tampil di berbagai panggung hiburan.
Perkembangan teknologi digital juga turut memengaruhi perjalanan kariernya. Peralihan masyarakat dari media fisik seperti CD ke platform digital, khususnya YouTube, membuatnya harus beradaptasi dengan cepat. Melalui kanal YouTube, karya-karyanya tetap dapat dinikmati oleh penggemar hingga saat ini.
Meski banyak pendatang baru di industri musik, ia tetap mampu mempertahankan eksistensinya berkat ciri khas vokal dan penampilan panggungnya. Popularitasnya bahkan tidak hanya terbatas di Banyuwangi, tetapi juga menjangkau berbagai daerah lain hingga ke luar negeri, terlihat dari interaksi penonton di platform digitalnya.
Dalam pandangannya, musik merupakan bahasa universal yang dapat dinikmati siapa saja tanpa harus memahami liriknya secara utuh. Selama memiliki melodi yang enak didengar, sebuah lagu tetap bisa diterima oleh berbagai kalangan.
Di luar dunia tarik suara, Suliyana juga dikenal aktif mengembangkan usaha di bidang fesyen dan kuliner. Ia membuka butik serta restoran sebagai bentuk pengembangan hobi sekaligus diversifikasi aktivitas di luar panggung hiburan.
Dalam beberapa waktu, ia sempat mengurangi aktivitas bermusik untuk fokus pada bisnis dan keluarga. Namun, tingginya antusiasme penggemar membuatnya kembali merilis karya-karya terbaru melalui platform digital, terutama YouTube, sebagai bentuk komitmen terhadap dunia musik yang telah membesarkan namanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
