Surabaya Lelang Kendaraan Dinas Demi Transisi Energi

Kendaraan Dinas

Menit.co.id – Surabaya mempercepat agenda efisiensi energi dengan melelang puluhan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah menuju transisi kendaraan listrik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pengurangan emisi sekaligus modernisasi armada operasional pemerintah kota.

Sebanyak 85 unit kendaraan dinas operasional yang telah berusia lebih dari tujuh tahun dilepas melalui mekanisme lelang pada April 2026. Rinciannya meliputi 70 mobil, 13 sepeda motor, dan dua kendaraan roda tiga. Seluruh unit tersebut dinilai sudah tidak optimal untuk menunjang operasional jangka panjang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menekan konsumsi BBM sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Ia menyebut bahwa peralihan kendaraan dinas menjadi kendaraan listrik akan dilakukan setelah proses lelang rampung.

“Targetnya, kalau proses lelang selesai, mulai Mei 2026 kita beralih ke kendaraan listrik, baik motor maupun mobil, dengan sistem sewa,” ujarnya pada Rabu (15/4/2026).

Pemkot Surabaya juga telah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar proses lelang dapat berjalan lebih cepat sehingga jadwal transisi tidak mengalami penundaan.

Selain kebijakan lelang, pemerintah kota sebelumnya juga menerapkan berbagai langkah efisiensi energi, seperti sistem kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara serta imbauan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik untuk mendukung pengurangan emisi.

Sementara itu, Kepala BPKAD Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan bahwa evaluasi kendaraan dinas yang berusia di atas tujuh tahun telah dilakukan secara bertahap sejak 2024 sebagai bagian dari strategi penghematan energi jangka panjang.

Proses lelang sendiri berlangsung pada 13–20 April 2026 melalui platform resmi KPKNL, dengan target pendapatan daerah mencapai sekitar Rp6,3 miliar. Pemkot menilai bahwa skema penggunaan kendaraan listrik berbasis sewa terbukti mampu menekan biaya operasional BBM secara signifikan, sehingga akan diperluas ke seluruh armada operasional di masa mendatang.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap efisiensi anggaran dan penurunan emisi dapat berjalan beriringan, sekaligus mempercepat transformasi sistem transportasi publik dan kendaraan dinas yang lebih ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version