Viral! Waduk Salmokji Jadi Destinasi Uji Nyali Usai Diangkat Jadi Film Horor Korea

Waduk Salmokji

Menit.co.id – Fenomena menarik tengah melanda salah satu destinasi di Korea Selatan pasca-kehadiran sebuah film horor yang sukses mencuri perhatian publik.

Waduk Salmokji, yang semula merupakan waduk biasa untuk irigasi pertanian kini bertransformasi menjadi lokasi favorit para pencari sensasi adrenalin.

Film bertajuk Salmokji: Whispering Water yang dibintangi Kim Hye Yoon dan Lee Jong Won berhasil menggeser posisi The King’s Warden dari puncak box office Negeri Ginseng.

Keberhasilan film ini membawa dampak signifikan terhadap popularitas lokasi syutingnya yang berada di Yesan, Provinsi Chungcheong Selatan.

Dari Waduk Pertanian Menjadi Spot Viral

Berdasarkan laporan The Korea Times dan The Korea Herald pada Kamis (16/4/2026), Waduk Salmokji sebenarnya adalah infrastruktur yang dibangun sejak tahun 1982 dengan fungsi utama sebagai penyuplai air bagi lahan pertanian setempat.

Sebelum kehadiran film tersebut, tempat ini relatif sepi pengunjung dan bahkan pernah diangkat dalam program Midnight Horror Story milik stasiun MBC pada 2022 karena reputasinya yang angker.

Namun, pasca-rilis film, situasi berubah drastis. Lokasi ini kini dipadati kendaraan hingga dini hari, dengan estimasi jumlah mencapai 100 unit mobil. Bahkan pada pukul 03.00 pagi, area waduk masih ramai oleh warga yang ingin merasakan sensasi uji nyali.

Respons Kocak Hingga Kebijakan Ketat

Fenomena ini memicu beragam reaksi di media sosial Korea. Para warganet dengan humoris menyindir bahwa keramaian pengunjung justru membuat “penghuni” gaib di Waduk Salmokji memilih untuk menghindar karena terlalu banyak manusia.

Di balik kelucuan tersebut, pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan pembatasan akses mulai Selasa kemarin. Jam operasional dibatasi hanya dari pukul 06.00-18.00, dengan larangan tegas terhadap aktivitas berkemah, memasak, maupun memancing.

Peringatan Keselamatan dan Keluhan Warga

Pihak berwenang memberikan peringatan serius mengenai risiko keselamatan di malam hari. Kondisi gelap yang menyelimuti area waduk membuat batas antara air dan daratan sulit dibedakan, ditambah dengan minimnya sinyal komunikasi yang dapat mempersulit proses evakuasi jika terjadi insiden tenggelam.

Tidak hanya itu, warga sekitar juga mulai mengeluhkan meningkatnya polusi suara dan masalah sampah akibat lonjakan pengunjung. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area air saat malam hari demi menjaga keselamatan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Exit mobile version