Perundingan AS–Iran di Pakistan Berpotensi Berlanjut

Avatar photo
Perundingan Amerika dan Iran di Pakistan

Menit.co.id – Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang untuk kembali melanjutkan pembicaraan diplomatik yang disebut-sebut akan digelar di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat. Presiden AS Donald Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan perkembangan signifikan dalam dua hari ke depan terkait proses tersebut.

Dalam keterangannya kepada seorang reporter New York Post yang sedang bertugas di Islamabad, Trump menyebut bahwa situasi diplomasi saat ini bergerak cepat. Ia menyarankan agar awak media tetap berada di lokasi karena “sesuatu bisa saja terjadi dalam dua hari ke depan” dan menilai bahwa kemungkinan keberangkatan tim negosiasi ke lokasi tersebut semakin besar.

Trump juga menyinggung peran tokoh militer Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang ia sebut sebagai “fantastis” dan memberikan kontribusi penting dalam dinamika pembicaraan yang sedang berlangsung. Pernyataan itu menegaskan perhatian Washington terhadap peran Pakistan dalam memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara pihak-pihak yang berseteru.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance diketahui memimpin delegasi Amerika dalam putaran pembicaraan yang digelar di Pakistan pada akhir pekan lalu. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan apa pun antara kedua pihak.

Di tengah pembahasan lokasi lanjutan, Jenewa juga sempat muncul sebagai alternatif tempat perundingan. Meski demikian, Trump meragukan opsi tersebut dan mempertanyakan alasan memilih negara yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses negosiasi.

Ia juga tidak memberikan keterangan rinci mengenai siapa yang akan mewakili AS dalam putaran berikutnya. Ketidakjelasan ini menambah spekulasi mengenai arah diplomasi yang sedang dibangun antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan menjadi salah satu titik penting dalam proses tersebut.

Selain isu lokasi, Trump turut menanggapi usulan terkait penghentian pengayaan uranium oleh Iran selama 20 tahun. Ia menegaskan tidak menyukai gagasan tersebut, meski kembali menegaskan posisi Amerika Serikat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

Dengan dinamika yang terus berkembang, Islamabad tetap menjadi sorotan utama dalam upaya diplomatik ini, sementara Pakistan dipandang memainkan peran strategis dalam memfasilitasi kemungkinan pertemuan lanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News