Menit.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Antalya, Turki, pada 17–19 April 2026 dalam rangka menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026.
Kunjungan ini dilakukan atas undangan resmi dari Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tahunan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, bahwa kehadiran Menteri Luar Negeri Indonesia dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen aktif Indonesia dalam memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama internasional.
“Menlu RI dalam rangka memenuhi undangan Menlu Turki akan melakukan kunjungan ke Antalya, Turki untuk berpartisipasi dalam Antalya Diplomasi Forum pada tanggal 17 sampai 19 April,” ujar Yvonne.
Ia menjelaskan bahwa dalam rangkaian kegiatan ADF 2026, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono memiliki dua agenda utama.
Pertama, ia akan menjadi panelis dalam sesi diskusi yang membahas peran serta dinamika kawasan ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Kedua, pada 18 April 2026, Menteri Luar Negeri Indonesia dijadwalkan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri negara-negara Group 8 (Kelompok 8).
Pertemuan tersebut akan berfokus pada pembahasan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang dinilai masih menjadi perhatian penting dalam stabilitas global.
Menurut Yvonne, keikutsertaan Menteri Luar Negeri Indonesia dalam Antalya Diplomacy Forum 2026 juga mencerminkan dukungan politik pemerintah Indonesia terhadap Turki, yang saat ini tengah dalam proses penguatan status sebagai mitra wicara ASEAN.
“ADF merupakan wujud komitmen atau dukungan politis pemerintah Indonesia terhadap Turki, yang saat ini dalam proses menjadi mitra wicara ASEAN,” ungkapnya.
Antalya Diplomacy Forum sendiri merupakan forum diplomasi tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Turki sebagai wadah dialog internasional untuk membahas berbagai isu global dan regional.
Forum ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, lembaga kajian strategis, hingga pelaku usaha dari berbagai negara.
Pada tahun ini, ADF mengusung tema “Mapping Tomorrow and Managing Uncertainties,” yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi dinamika serta ketidakpastian dunia modern yang semakin kompleks.
Selain agenda utama di forum tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan berbagai negara mitra.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari politik, ekonomi, hingga isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













