Penasihat Daycare Little Aresha Dosen Aktif UGM

Avatar photo
Cahyaningrum Dewojati Penasihat Daycare Little Aresha
Add as preferred source on Google

Menit.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa sosok Cahyaningrum Dewojati yang tercatat sebagai penasihat yayasan tempat penitipan anak Daycare Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, merupakan dosen aktif di lingkungan kampus.

Penjelasan ini disampaikan menyusul beredarnya nama serta foto Cahyaningrum di media sosial yang dikaitkan dengan posisi penasihat di lembaga penitipan anak itu.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, dalam keterangan resminya pada Senin (27/4), menjelaskan bahwa keterlibatan dosen tersebut berada dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili institusi.

Ia menegaskan bahwa UGM tidak memiliki hubungan kelembagaan apa pun dengan yayasan Daycare Little Aresha yang kini menjadi sorotan publik.

“Yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif di UGM, namun keterlibatannya dalam pengelolaan daycare dilakukan secara pribadi,” ujar Made Andi.

UGM juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan Daycare Little Aresha.

Pihak kampus mengaku turut prihatin dan memberikan empati kepada para anak yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, UGM menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Kampus tersebut menyatakan akan bersikap kooperatif serta menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan perlindungan anak dalam menyikapi kasus ini.

UGM juga memastikan akan terus memantau perkembangan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

Di sisi lain, kepolisian telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara pada Sabtu (25/4) malam.

“Total sementara 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas pengasuh,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengungkap bahwa motif di balik dugaan kekerasan masih dalam pendalaman. Rincian lengkap perkara direncanakan akan disampaikan dalam konferensi pers lanjutan.

Sebelumnya, aparat Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di lokasi Daycare Little Aresha pada Jumat (24/4) setelah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap anak. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 30 orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa saat penggerebekan, petugas menemukan indikasi perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

Salah satu temuan yang disebutkan adalah adanya anak yang diduga mengalami pengikatan pada tangan dan kaki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, jumlah anak yang diduga menjadi korban dalam kasus ini mencapai 53 orang.

Aparat kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak kekerasan tersebut di lingkungan Daycare Little Aresha.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News