Menit.co.id – Mantan artis dan model Fabiola Elizabeth Agnes kini menghadapi proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan daring jaringan internasional dengan modus love scamming atau yang dikenal sebagai pig butchering.
Perempuan yang juga merupakan mantan istri Reza Smash itu diduga terlibat dalam sindikat penipuan online yang beroperasi dari kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkapkan bahwa Fabiola memiliki peran khusus dalam jaringan tersebut.
Ia disebut bertugas sebagai model yang tampil untuk meyakinkan korban melalui komunikasi video secara langsung.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan total 38 orang tersangka yang diduga memiliki keterlibatan dalam operasi penipuan tersebut.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Pol Himawan Susanto Saragih menjelaskan bahwa sindikat tersebut menyasar warga negara asing, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.
Para pelaku memanfaatkan media sosial dan aplikasi kencan untuk membangun hubungan emosional dengan calon korban sebelum menawarkan investasi yang ternyata palsu.
Menurut penyelidikan kepolisian, para anggota jaringan memiliki tugas yang berbeda-beda. Pelaku yang berperan sebagai marketing bertanggung jawab mencari dan mendekati korban melalui berbagai platform digital.
Apa Peran Fabiola Elizabeth Agnes?
Sementara itu, Fabiola Elizabeth Agnes diduga berfungsi sebagai sosok perempuan yang melakukan panggilan video guna meningkatkan kepercayaan korban terhadap identitas para pelaku.
“Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform. Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya,” kata Himawan sebagaimana dikutip dari Tribun Jateng, Selasa (2/6/2026).
Polisi mengungkap bahwa aktivitas sindikat tersebut berlangsung sejak Juli 2025 hingga Mei 2026. Selama periode tersebut, jaringan penipuan itu diduga berhasil memperdaya sedikitnya 133 korban.
Dari aktivitas ilegal tersebut, para pelaku disebut memperoleh keuntungan mencapai 2,3 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp41,1 miliar.
Modus yang digunakan merupakan skema pig butchering, yakni metode penipuan yang diawali dengan pendekatan emosional terhadap korban.
Setelah hubungan dianggap cukup dekat dan korban mulai menaruh kepercayaan, pelaku kemudian menawarkan peluang investasi melalui platform perdagangan aset kripto yang telah direkayasa.
Korban yang percaya pada janji keuntungan besar akhirnya mentransfer sejumlah dana ke platform tersebut.
Namun dana yang dikirim tidak pernah digunakan untuk investasi sebagaimana dijanjikan. Uang tersebut justru masuk ke rekening yang berada di bawah kendali sindikat.
Dalam struktur organisasi jaringan itu, terdapat sejumlah tingkatan tugas mulai dari kepala jaringan, supervisor, leader, marketing, asisten marketing hingga model. Setiap anggota memperoleh bayaran yang berbeda sesuai posisi dan tanggung jawab masing-masing.
Penyidik menyebut para anggota sindikat menerima penghasilan antara Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan. Besaran tersebut bergantung pada peran yang dijalankan dalam organisasi.
Polisi menyatakan Fabiola Elizabeth Agnes juga diduga menerima imbalan dalam kisaran yang sama selama terlibat dalam aktivitas jaringan tersebut.
Mengenal Modus Love Scamming
Love scamming merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang memanfaatkan hubungan romantis palsu sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan finansial dari korban.
Pelaku biasanya membangun kedekatan emosional dalam jangka waktu tertentu sebelum meminta transfer uang atau menawarkan investasi yang ternyata tidak nyata.
Praktik penipuan semacam ini terus berkembang di berbagai negara dan banyak memanfaatkan aplikasi kencan maupun media sosial sebagai sarana mencari target.
Dengan memanfaatkan faktor emosional dan kepercayaan korban, pelaku berupaya membuat target merasa memiliki hubungan yang dekat sehingga lebih mudah mengikuti arahan yang diberikan.
Kasus yang menyeret mantan artis berinisial F ini disebut sebagai salah satu pengungkapan terbesar terkait jaringan love scamming internasional yang pernah ditangani di Indonesia.
Nilai keuntungan yang diduga diperoleh sindikat mencapai puluhan miliar rupiah dengan jumlah korban yang tersebar di berbagai negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













