Menit.co.id – Nama Hendrikus Rahayaan mendadak menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Nus Kei alias Agrapinus Rumatora.
Kasus ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026), dan memicu perhatian luas karena diduga berkaitan dengan konflik lama yang belum sepenuhnya mereda.
Peristiwa berdarah tersebut berujung pada penangkapan dua orang terduga pelaku oleh aparat kepolisian. Mereka adalah pria berinisial HR (28) dan FU (36).
Sosok HR yang diketahui bernama Hendrikus Rahayaan menjadi pusat perhatian karena disebut memiliki hubungan kekerabatan dengan John Kei, figur yang lama dikenal dalam berbagai konflik kelompok di Jakarta.
Koneksi ini memunculkan spekulasi bahwa pembunuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Aparat kepolisian kini menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara konflik lama dengan relasi keluarga yang turut terseret dalam kasus ini. Dugaan tersebut semakin menguat seiring dengan riwayat hubungan antara pihak-pihak yang terlibat.
Siapa Hendrikus Rahayaan?
Hendrikus Rahayaan diketahui bukan sosok biasa. Ia lahir di Kota Tual dan pernah menempuh pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Selain itu, ia juga dikenal memiliki rekam jejak di dunia olahraga. Dalam kariernya, ia pernah menjuarai kejuaraan Muaythai tingkat nasional serta meraih sejumlah medali dari cabang olahraga wushu dan MMA, termasuk dalam ajang Pra-PON dan PON.
Namun, latar belakang prestasi tersebut kini berbanding terbalik dengan dugaan keterlibatannya dalam aksi kekerasan yang menewaskan Nus Kei.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.45 WIT saat korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun menggunakan pesawat dari Ambon.
Setelah sempat berbincang dengan keluarga di area pintu keluar, korban tiba-tiba diserang oleh seorang pria tak dikenal yang mengenakan jaket merah dan masker.
Serangan terjadi dengan cepat. Kakak korban sempat melakukan perlawanan dan bahkan berhasil menjatuhkan pelaku.
Namun, pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban yang mengalami luka serius sempat berusaha menyelamatkan diri, tetapi akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Penyidik kini mendalami kemungkinan bahwa pelaku telah mengetahui jadwal kedatangan korban sebelumnya. Jika hal tersebut terbukti, maka dugaan adanya perencanaan matang dalam aksi ini akan semakin kuat.
Motif sementara yang mengemuka mengarah pada konflik lama antara Nus Kei dan John Kei, termasuk persoalan sengketa yang pernah memicu bentrokan di Bekasi pada 2023.
Hubungan antara kedua pihak selama ini memang dikenal penuh dinamika. Bahkan, keduanya sempat saling mengklaim terkait hubungan keluarga.
Dalam konteks ini, jika keterlibatan Hendrikus Rahayaan sebagai pihak yang memiliki hubungan kekerabatan dengan John Kei terbukti, maka konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelompok, tetapi juga menyentuh sisi personal dalam lingkup keluarga.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh aparat kepolisian guna mengungkap motif sebenarnya serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Publik kini menanti kejelasan lebih lanjut terkait peran Hendrikus Rahayaan dalam peristiwa yang telah menimbulkan duka mendalam tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













