Kecelakaan di Tol Permai KM 38 Tewaskan Pengemudi, Tiga Penumpang Luka Berat

Avatar photo
Kecelakaan di Tol Permai KM 38 Tewaskan Pengemudi

Menit.co.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai atau yang dikenal sebagai Tol Permai, tepatnya di Kilometer 38 pada Minggu (19/4/2026) siang.

Peristiwa tragis ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka berat akibat benturan keras antara kendaraan penumpang dan truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Insiden tersebut melibatkan mobil Daihatsu Terios dengan nomor polisi BM 1662 NF dan sebuah truk Hino BM 9569 TY. Truk diketahui sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami gangguan mesin berupa kondisi overheat atau panas berlebih.

Kepala Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.40 WIB di jalur utama Tol Permai yang mengarah dari Pekanbaru menuju Dumai.

“Peristiwa terjadi saat kendaraan Terios melaju dari arah Pekanbaru menuju Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba bergerak ke sisi kiri hingga masuk ke bahu jalan,” ujar Eko Baskara.

Pada saat bersamaan, truk Hino dalam kondisi berhenti di bahu jalan karena mengalami overheating. Kondisi ini membuat jarak aman antara kedua kendaraan tidak lagi dapat terjaga, hingga akhirnya tabrakan tidak terhindarkan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan sejumlah saksi, dugaan sementara kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil yang mengalami kondisi mengantuk atau microsleep. Faktor kelelahan diduga menjadi penyebab utama hilangnya kendali atas kendaraan, terlebih di lokasi jalan yang memiliki kontur menanjak.

“Diduga pengemudi dalam keadaan mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan. Dalam kondisi jalan menanjak, mobil kemudian melaju tak terkendali hingga menabrak bagian belakang truk,” jelas Baskara lebih lanjut.

Korban dalam kecelakaan ini merupakan satu keluarga. Pengemudi mobil Terios diketahui bernama Irma (45) yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga penumpang lainnya, yaitu Sanusi Tandi (50), serta dua anak mereka Brian (11) dan Zahara Tania (13), mengalami luka berat.

Seluruh korban diketahui merupakan warga Jalan Siak II, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Setelah proses evakuasi di lokasi kejadian, para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Ahand Yani untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Petugas di lapangan yang dipimpin oleh Panit Regu 1 Tol Permai, Ipda Aljamil, bersama personel lainnya langsung melakukan tindakan cepat begitu laporan kecelakaan diterima. Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan lokasi kejadian untuk mencegah kemacetan serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan lanjutan di jalur yang sama.

Penanganan di lokasi juga melibatkan pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan di Tol Permai tetap terkendali meskipun sempat terjadi perlambatan akibat proses evakuasi dan pemeriksaan awal di TKP.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian diamankan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Siak guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Dari hasil pendataan awal, kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

AKBP Eko Baskara turut mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jalan tol agar lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara. Ia menegaskan bahwa kelelahan dan kantuk merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan bebas hambatan seperti Tol Permai.

“Pengguna jalan diimbau untuk tidak memaksakan diri mengemudi ketika lelah atau mengantuk. Jika kondisi fisik menurun, segera beristirahat di rest area demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, memberikan apresiasi terhadap respons cepat petugas di lapangan dalam menangani insiden tersebut. Ia menilai koordinasi antara personel PJR dan tim terkait berjalan dengan baik sehingga penanganan korban dan pengamanan lokasi dapat dilakukan dengan cepat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada personel PJR dan tim HK yang telah merespons cepat kejadian ini, menolong korban, serta mengamankan lokasi agar tidak terjadi dampak lanjutan,” ujar Jeki.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapan pengemudi saat melintasi jalur cepat seperti Tol Permai, terutama dalam kondisi perjalanan jauh yang berpotensi menyebabkan kelelahan dan microsleep yang berbahaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Menit.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News