Menit.co.id – Sarah Danh akhirnya dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat setelah melewati masa kritis yang mengancam nyawanya di Jepang.
Perempuan berusia 27 tahun itu sebelumnya tengah menikmati bulan madu bersama suaminya, Luke Gradl, 28, sebelum kondisi kesehatannya memburuk secara drastis hampir dua pekan lalu.
Pada hari kedua perjalanan, tepatnya 9 April, Sarah Danh mengalami penurunan kesehatan yang disebut sebagai “mengancam jiwa” dan sejak saat itu dirawat intensif akibat gagal hati akut.
Keluarga Sarah Danh mengungkapkan kepada PEOPLE bahwa saat ini ia tengah berada dalam penerbangan evakuasi medis darurat bersama suaminya menuju San Antonio, Texas.
Pesawat tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa malam, 21 April, bertepatan dengan satu bulan sejak pasangan itu resmi menikah.
Ibu Sarah Danh, Le Le, sebelumnya telah terbang ke Jepang untuk memberikan dukungan moral, namun ia kembali ke Amerika Serikat secara terpisah dari pasangan tersebut.
Evakuasi medis ini dapat terlaksana berkat dukungan AirMed serta tempat Sarah Danh bekerja. Ia diketahui merupakan perawat persalinan di Methodist Hospital Stone Oak, San Antonio.
Pihak rumah sakit bersama HCA Healthcare turut membantu mengoordinasikan kepulangannya ke tanah air.
Luke Gradl dan Le Le menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.
“Terima kasih kepada HCA Healthcare dan Methodist Hospital yang telah menyediakan penerbangan medis untuk membawa Sarah pulang. Kebaikan ini sangat berarti bagi kami, lebih dari yang bisa kami ungkapkan dengan kata-kata,” ujar mereka.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada tim medis di Jepang yang telah merawat Sarah Danh tanpa henti hingga kondisinya cukup stabil untuk dipindahkan.
Mereka juga mengapresiasi tim AirMed yang bergerak cepat dalam mengatur proses evakuasi, serta tim medis di San Antonio yang telah bersiap menyambut kedatangan pasien tersebut.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan luas dari masyarakat. Hingga Selasa, 21 April, penggalangan dana melalui GoFundMe telah mengumpulkan dana sebesar 167.000 dolar AS untuk membantu proses pemulihan Sarah Danh.
“Baik yang kami kenal maupun yang datang dari jauh, doa, kebaikan, dan dukungan kalian membantu kami melewati salah satu masa tersulit dalam hidup,” ungkap keluarga.
Mereka juga menyampaikan terima kasih khusus kepada keluarga besar yang terus mendampingi sepanjang proses tersebut.
Meski kini dalam kondisi stabil, perjuangan Sarah Danh belum berakhir. Penyebab pasti dari penurunan kesehatannya masih belum diketahui, terlebih ia tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan saat hari pernikahannya pada 21 Maret.
Keluarga menyebutkan bahwa serangkaian pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah tiba di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Luke Gradl mengungkapkan bahwa istrinya mengalami berbagai gejala serius, termasuk penyakit kuning, muntah, demam, nyeri tubuh, serta ensefalopati hepatik yang tergolong parah.
Kondisi tersebut merupakan penurunan fungsi otak akibat gangguan hati berat, yang dapat menyebabkan penumpukan racun dalam darah dan berdampak pada fungsi otak.
Selain gagal hati akut, Sarah Danh juga dilaporkan mengalami gangguan ginjal serta tekanan intrakranial di otak, yang semakin memperumit kondisi kesehatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











